-

Pernah merasa hidup perempuan seperti sudah ada aturannya? Harus begini, nggak boleh begitu. Buku Perempuan (Nggak) Normal mengajak kita mempertanyakan semua itu, tentang cinta, hubungan, dan keberanian menjadi diri sendiri, meski dianggap ‘nggak normal’

-

Buku ini tentang apa?

Perempuan (Nggak) Normal membahas hal-hal yang sering dialami perempuan tetapi jarang dibicarakan secara jujur dari standar yang membentuk perempuan sejak kecil, cara memahami cinta dan hubungan, hingga keputusan hidup seperti pernikahan dan perceraian yang kerap dihakimi. Melalui cerita dan refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini mengajak pembaca mempertanyakan kembali apa yang selama ini dianggap “normal.”

Siapa penulis buku ini?

-
-

"Karena terkadang menjadi nggak normal adalah satu-satunya cara untuk tetap waras."

-
-

Kadang menjadi diri sendiri saja sudah cukup untuk dianggap “nggak normal”. Dan buku ini bercerita tentang itu.

Kalau kamu penasaran dengan ceritanya, checkout
bukunya sekarang.

-
-
-

Kalau kamu pernah bilang: “Kayaknya hidup perempuan tuh ribet banget ya.” Mungkin setelah membaca buku ini, kamu akan mulai mengerti kenapa.

Kenapa perempuan wajib baca buku ini?

Topiknya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak pembahasan di buku ini yang terasa relatable karena sering kita lihat di sekitar kita baik di kehidupan nyata maupun di media sosial.
Mengangkat isu hubungan yang sering terjadi tapi sering diabaikan. Seperti tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, dinamika dalam pernikahan, sampai alasan-alasan yang sering muncul ketika sebuah hubungan mulai bermasalah.
Menggunakan contoh cerita yang nyata dan mudah dipahami. Salah satunya cerita yang pernah dibagikan oleh Aurelie Moeremans tentang pengalaman hubungan yang tidak sehat, yang membuat pembahasannya terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Testimoni

-
Buku ini enak dibaca kalau kamu suka refleksi tentang kehidupan dan hubungan. Bikin sadar kalau memahami hidup kadang cuma soal berani melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
(Iznie, 24 tahun, life coach)
-
Awalnya cuma penasaran, tapi ternyata banyak bagian yang bikin berhenti sebentar buat merenung.
(Lutfi, 26 tahun, freelancer)
-
Suka banget sama cara bukunya ngebahas hal-hal yang sering dipikirin tapi jarang diomongin.
(Erika, 23 tahun, fresh graduate)
-
Bukan cuma cerita, tapi banyak refleksi yang bikin kita melihat hidup dari sudut pandang yang beda.
(Revalina, 22 tahun, mahasiswa)
-
Bacanya aga berat tapi isinya kena banget. Banyak bagian yang bikin aku mikir, ‘kok relate ya sama hidup sendiri.
(Caroline, 32 tahun, single mom)
Kalau kamu pernah mempertanyakan standar perempuan atau pilihan hidupmu, Perempuan (Nggak) Normal bisa jadi bacaan yang tepat.
-
-